Biografi K.H. Said Aqil Siradj Terlengkap

0
1454
biografi-said-aqil-siradj

Biografi Kyai Said Aqil Siradj – Dari hasil wawancara dengan KH. Muh. Musthofa yang merupakan adik kandung Said Aqil Siradj. Beliau terlahir dengan nama Ahmad Said bin Aqiel bin Siradj bin Muhammad Said. Said Aqil Siradj lahir pada 03 Juli 1953, di Kempek, Palimanan, Cirebon, Jawa Barat dari pasangan, KH. Aqiel Siradj dan Nyai Hj. Afifah binti Kyai Harun KH. Aqiel Siradj merupakan pengasuh Pondok Pesantren Kempek yang menjadi salah satu pesantren penting di Cirebon. Kyai Aqiel merupakan menantu dari Kyai Harun bin Abdul Jalil, yang menjadi benteng dari Pesantren Kempek.

LATAR BELAKANG KELUARGA

KH. Muh. Musthofa Aqil Siradj juga menuturkan bahwa ketika Kyai Said Aqil Siradj masih kecil sering minum air tajin dan juga sering meminum air “wicikan” (bekas cuci tangan ayahandanya yaitu Mbah Aqil Siradj). Pesantren Kempek berpengaruh penting dalam proses hidup Kyai Said Aqil Siradj dan kaka dan adik-adiknya. Sebab, di Pesantren ini Kyai Said Aqil Siradj menemukan jalan pengetahuan dan kecintaan akan ilmu pengetahuan yang menuntun langkahnya untuk menemukan sumber-sumber pengetahuan dalam Islam yang luas

Kyai Said Aqiel Siradj adalah putra ke dua dari lima bersaudara yang dikenal dengan sebutan Pandawa Lima yaitu Abuya KH. Ja‟far Shodiq Aqiel Siradj (Alm), KH. Said Aqiel Siradj, KH. Muh. Musthofa Aqiel Siradj, KH. Ahsin Syifa Aqiel Siradj (Alm) dan KH. Ni‟amillah Aqiel Sirad. Kelima bersaudra tersebut berdomisili di Pondok Pesantren KHAS Kempek Cirebon kecuali KH. Said Aqiel Siradj berdomisili di Jakarta karena tugas beliau sebagagai ketua umum PBNU yang merpakan organisasi Islam terbesar di Indonesia

Baca Juga : Biografi Gus Dur

Ayahhanda Kyai Aqiel mewarisi darah ulama, dari pesantren Gedongan, Cirebon. Beliau merupakan puta dari Kyai Siradj, yang masih keturunan dari Kyai Muhammad Said Gedongan, Cirebon. Kyai Muhammad Said, merupakan ulama yang menyebarkan Islam dengan mengajar santri di pesantren, dan turut berjuang melawan penjajah Belanda. Kyai Muhammad Said Gedongan wafat pada tahun 1931.

Sedangkan Ibunda Said Aqil Siradj yaitu nyai Hj. Afifah merupakan putri kesembilan dari sebelas bersaudara yang merupakan putri dari KH. Harun dan Nyai Ummi Laila, Kyai harun merupakan pendiri Pondok Pesantern Kempek. Sejarah pesantren Kempek, tak bisa dilepaskan dari dari perjuangan Kyai Harun. Beliau adalah seorang ulama yang mewarisi tradisi intelektual dari kyai-kyai Cirebon dan priyai dari Kasultanan Cirebon.

Kyai Said Aqiel Siradj nasabnya tersambung dengan Syekh Syarif Hidayatullah (Sunan Gunungjati) berasal dari jalur ayahandanya (Kyai Aqiel). Selain itu, Said Aqil Siradj juga tersambung dengan jalur silsilah keluarga
Syekh Ahmad Mutamakkin Kajen. Hal ini, pernah terdengar ketika bersilaturahmi dengan kyai Sahal Mahfudh. Kang Said masih memiliki hubungan famili yang akrab dengan Kyai Sahal Mahfudh.

Runtutan silsilah yang menuju Sunan Gunungjati, bermula dari kang said bin Ny. Afifah binti Kyai
Harun bin Ny. Madrawi binti Pangeran Hasanudin bin Sultan Anom Moh. Kaharuddin I bin Sultan Anom Abu Sholeh Imamuddin bin Sultan Anom Khaeruddin bin Sultan Anom Alimuddin bin Sultan Anom Raja Mandura Raja Kadiruddin bin Sultan Anom Muhammad Badruddin bin Panembahan Girilaya bin Pangeran Dipati Anom Cirebon bin Panembahan Ratu bin Pangeran Dipati Carbon bin Pangeran Pasarean bin Syekh Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati).

Selanjutnya, dari Syekh Syarif Hidayatullah, nasabnya tersambung secara runtut dengan Fatimah Az-Zahra binti Rasulallah SAW. Dengan demikian, silsilah keluarga dan genealogi pengaetahuan pesantren, yang menjadi akar keilmuan Kang Said dapat ditelusuri secara jelas ini menjadi ciri khas pesantren yang mewarisi keilmuan islam secara runtut, bukan secara serampangan mengamalkan keilmuan Islam

RIWAYAT PENDIDIKAN

Bagi Kyai Said Aqil Siradj peran ayah hanadanya, Kyai Aqil bin Sirodj sangat penting bersama istrinya, Nyai Afifah. Kyai Aqil merawat anak-anaknya dengan kasih sayang, sekaligus menuntun putra-puranya menelusri sumber pengetahuan hidup Kyai Aqil merupakan tipikal orang alim yang sederhana. Baginya, yang terpenting adalah putra-putranya mau ngaji/belajar sebagai bekal pengetahuan.

Pengaruh ayahandanya, sangat terasa dalam proses hidup Kyai Said. Beliau mengawali pendidikan dengan mengaji kepada ayahandanya, saat itu, iya juga belajar di Sekolah Rakyat (SR) stelah itu, Said Aqil Siradj meneruskan pengembaran kepesantren lirboyo kediri, tabarukan jejek langkah ayahandanya yang mengaji kepada kyai manaf. Kyai Said Aqil Siradj berniat untuk nglap berkah ke ilmuan Mbah Mahrus Ali, yang merupakan pengasuh Pesantren Lirboyo kediri di Pesantren ini, Said Aqil Siradj mengaji kepada Kyai Mahrus Ali, yang terbilang masih familinya. Kyai Said meneruskan amnah ayahnadanya untuk mengaji dipesntren.

Kyai Said Aqil Siradj di PP Lirboyo Kediri merampungkan mengajinya hingga tingkat Madrasah Aliyah. Kemudian, ia melanjutkan belajar ke Universitas Tribakti yang dekat dengan lokasi Pesantren Lirboyo . Beberapa pengasuh Pesantren Lirboyo yang terlibat untuk mengajar dan merawat Universitas Tribakti,yang kemudian juga diikuti oleh santri-santri senior untuk kuliah di kampus ini. Akan tetapi, Said Aqil Siradj tidak puas dengan pengembaraan ilmu pengetahuan di universitas ini, Akhirnya, ia pindah menuju kota mataram, menuju Ngayogyakarta Hadiningrat. Di Yogya, Said Aqil Siradj mengaji di Pseantren Al-Munawwir di bawah bimbingan langung Kyai Ali Masum.

Ketika mengaji di Yogyakarta, Said Aqil Siradj juga belajar di Institut Agama Islam Negri Sunan Kalijaga (Sekarang UIN Sunan Kalijaga). Ketika itu, Mbah Ali Mashum sebagai Guru Besar di kampus ini. Akan tetapi, hampir sama ketika kuliah di Universitas Tribakti, Kang Said juga belum puas dengan iklim akademik di negri ini.

Pada tahun 1980, Said Aqil Siradj berangkat menuju makkah ditemani istrinya, Nurhayati. Pada 1982, Said Aqil Siradj berhasil lulus strata 1 jurusan ushuluddin. Kemudian, ia melanjutkan S-2 di jurusan perbandingan agama, lulus 1987. Setelah itu, Said Aqil Siradj langsung meneruskan belajar kejenjang doctoral, dan lulus camlaude pada `1994. Dalam masa perjuangan belajar di Makkah, Said Aqil Siradj sangat terbantu dengan hadirnya istri tercinta disampingnya.

Baca Juga : Biografi Prf. Quraish Shihab

Berikut rincian jenjang pendidikan, jabatan dan organisasi yang pernah
diikuti oleh Said Aqil Siradj :

  1. Pendidikan
    a. Madrasah Tarbiyatul Mubtadi‟ien Kempek Cirebon dan SR (Sekolah Rakyat)
    b. Hidayatul Mubtadi‟en Pesantren Lirboyo Kediri (1965-1970)
    c. Pesantren Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta (1972-1975)
    d. S1 Universitas King Abdul Aziz, jurusan Ushuluddin dan Dakwah, lulus 1982
    e. S2 Universitas Umm al-Qura, jurusan Perbandingan Agama, lulus 1987
    f. S3 University of Umm al-Qura, jurusan Aqidah / Filsafat Islam, lulus 1994
  2. Jabatan
    a. Tim ahli bahasa Indonesia dalam surat kabar harian Al-Nadwah Makkah (1991)
    b. Dosen di Institut Pendidikan Tinggi Ilmu Alquran (PTIQ) (1995-1997)
    c. Dosen pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta (1995-sekarang)
    d. Wakil Direktur Universitas Islam Malang (Unisma) (1997-1999)
    e. MKDU penasihat fakultas di Universitas Surabaya (Ubaya) (1998-sekarang)
    f. Wakil ketua dari lima tim penyusun rancangan AD / ART PKB (1998)
    g. Komisi member (1998-1999)
    h. Dosen luar biasa Institut Islam Tribakti Lirboyo Kediri (1999 – sekarang)
    i. Majelis Permusyawaratan Rakyat anggota fraksi yang mewakili NU (1999-2004)
    j. Lulusan Unisma direktur (1999-2003)
    k. Penasehat Masyarakat Pariwisata Indonesia (MPI) (2001-sekarang)
    l. Dosen pascasarjana ST Ibrahim Maqdum Tuban (2003-sekarang)
    m. UNU Dosen lulusan Universitas NU Solo (2003-sekarang)
    n. Lulusan Unisma dosen (2003-sekarang)
    o. Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia (UI)
    p. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul ‘Ulama (PBNU) 2010-2015
  3. Organisasi
    a. Sekertaris PMII Rayon Krapyak Yogyakarta (1972-1974)
    b. Ketua Keluarga Mahasiswa NU (KMNU) Mekkah (1983-1987)
    c. Wakil Katib „aam PBNU (1994-1998)
    d. Katib „aam PBNU (1998-1999)
    e. Penasehat Gerakan Anti Diskriminasi Indonesia (Gandi) (1998)
    f. Ketua Forum Komunikasi Kesatuan Bangsa (FKKB) (1998-sekarang)
    g. Penasehat Pusat Kajian Timur Tengah dan Islam UI (1998-sekarang)
    h. Wakil Ketua Tim Gabungan Pencari fakta (TGPF) Kerusuhan Mei 1998 (1998)
    i. Ketua TGPF Kasus pembantaian Dukun Santet Banyuwangi (1998)
    j. Penasehat PMKRI (1999-sekarang)
    k. Ketua Panitia Muktamar NU XXX di Lirboyo Kediri (1999)
    l. Anggota Kehormatan MATAKIN (1999-2002)
    m. Rais Syuriah PBNU (1999-2004)
    n. Ketua PBNU (2004-sekarang)

KIPRAH KYAI SAID

Gebrakan awal Said Aqil Siradj adalah menggulirkan wacana perlunya umat Islam Indonesia melakukan rekonstruksi pemahaman ahlussunnah waljamaah. Bagi Said Aqil Siradj, hal itu dipandang perlu mengingat selama ini umat Islam Indonesia masih belum mampu mencairkan sekat-sekat pemahamannya akan Islam. Lebih unik lagi, kritik ahlussunnah yang dilakukan Said Aqil Siradj dengan pendekatan sejarah Islam ternyata membawa trend tersendiri di kalangan santri. Booming Said Aqil di pertengahan tahun 1990-an berhasil memaksa komunitas pesantren untuk belajar sejarah Islam. Padahal selama berabad-abad, pesantren di Indonesia didominasi oleh kajian fiqh dan grammer Arab.

  1. Berkiprah di NU: Membangun Tradisi Kritis

Kyai Said Aqil Siradj tergolong salah seorang intelektual muda NU yang concern di bidang wacana keislaman. Kedatangannya dari Timur Tengah semakin menambah deretan anak muda NU yang selama ini berkutat di gerakan kultural. Kritik tajam Said Aqil Siradj bahkan sempat menuai reaksi keras dari komunitas kiai pesantren. Tak pelak, Said Aqil Siradj pernah `diadili’ puluhan kiai
dalam forum halaqah (Lokakarya).

Tidak lama kemudian, Said Aqil juga mendapatkan surat teguran dari kiaikiai Jawa Timur. Berbagai label juga sempat menghiasi lembar namanya; agen syiah, kafir’, “agen Yahudi”, `neo Mu’tazilah’ dan lainnya. Bahkan muncul juga usulan agar Universitas Umm al-Qura mencopot gelar doktoralnya. Menanggapi semua itu, Said Aqil dengan enteng pernah berkomentar, “Apapun gelar yang diberikan, saya tidak peduli. Jangankan gelar doktoral, gelar haji pun jika mau dicopot akan saya berikan.”

Belum tuntas wacana Ahlussunnah wal Jamaah dikupas, Said Aqil Siradj kembali menggulirkan pandangan kontroversial. Kali ini ia menarik teori ukhuwah insaniyah ke tataran aplikatif. Said Aqil Siradj mendatangi undangan Gereja Katolik Aloysius Gonzaga Surabaya untuk memberikan khotbah sebelum acara misa. Keberanian ini tentu saja menuai reaksi beragam. Said Aqil Siradj pun sempat dituduh sebagai tokoh NU yang mencampur-adukkan ajaran agamaagama. Terlepas dari kontroversi yang ada, Said Aqil telah memberikan konstribusi yang cukup besar bagi dunia keilmuan di Indonesia, khususnya di kalangan Islam pesantren.

Kyai Said Aqil Soradj dikenal sebagai tokoh Islam moderat. Sikap dan pandangannya yang moderat, toleran dan akomodatif membuat Said Aqil dikenal oleh hampir semua kalangan dan kelompok. Aktifitasnya pun semakin padat seiring dengan kepercayaan segenap elemen masyarakat kepadanya. Tercatat beberapa kelompok masyarakat yang membutuhkan pikirannya, di antaranya: Anggota KOMNAS HAM Penasehat Angkatan Muda Kristen Republik Indonesia, Pendiri Gerakan Keadilan dan Persatuan Bangsa (GKPB), Tim Gabungan Pencari Fakta Peristiwa 12 Mei, Pendiri Gerakan Anti Diskriminasi (GANDI), Dewan Penasehat ICRP, Anggota MPR RI F-UG (dari NU), Panitia Pembangunan Gereja Jagakarsa Jakarta Selatan, dan lain-lain.

  1. Keliling Indonesia: Menebar gairah berpikir

Sudah menjadi rahasia umum bahwa kualitas keilmuan Said Aqil Siradj cukup teruji. Intensitas aktifitas keilmuannya juga tinggi. Dalam seminggu, hampir dipastikan 3-4 hari waktunya dihabiskan untuk keluar masuk kota-kota di seluruh Indonesia. Berbagai forum ilmiah didatangi; mulai dari forum pengajian di desa terpencil hingga seminar di hotel-hotel berbintang. Semangat turun’ ke pelosok-pelosok negeri ini didasari oleh obsesi kuatnya untuk membawa masyarakat Islam ke altarkesadaran intelektual’.

Di tengah kesibukannya yang tinggi, Said Aqil masih meluangkan waktunya untuk berinteraksi dengan para mahasiswa. Said Aqil tercatat sebagai Direktur Pascasarjana UNISMA Malang, dosen pascasarjana Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, dan dosen terbang di beberapa Perguruan Tinggi di Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Karya-Karya Ilmiah Said Aqil sering menjadi bahan inspirasi bagi anakanak muda NU dalam menorehkan gagasan-gagasannya. Beberapa buah pikirannya juga sering dijadikan rujukan mereka, tak terkecuali metodologi berpikirnya. Hanya saja kesibukannya yang tinggi sangat menyita waktunya hingga berimplikasi pada minimnya waktu yang tersedia untuk mencuatkan gagasan-gagasannya dalam bentuk tulisan atau sebuah buku. Said Aqil Siradj lebih sering mencuatkan gagasan-gagasannya secara langsung. Forum-forum seminar, wawancara dengan kuli tinta dan media elektronik sering ia optimalkan untuk mengenalkan dan menyosialisasikan pemikirannya.

Strategi akrab dengan media’ memang cukup efektif untuk pribumisasi gagasan. Meski demikian akan semakin lengkap ketika hal itu diikuti dengan penjabaran gagasan lewat sebuah tulisan yang utuh. Bagaimanapun juga, buku adalah sarana ekspresi yang sangat efektif dan menjanjikan kepuasan tersendiri. Hal ini juga disadari Said Aqil. Waktu senggangnya sering ia gunakan untuk mereviewkegelisahan pikirnya’ dengan menuangkan ke dalam bentuk tulisan.

Kyai Said Aqil Siradj sering mengisi rubrik opini beberapa media cetak nasional. Dia juga mengakrabi’ anak-anak muda untuk diajak bersama-sama mengenalkan pandangan-pandangantasawuf sosial’-nya. Maka ia buatlah Jurnal
Khas Tasawuf, di samping juga pelatihan tasawuf untuk remaja.

Sedangkan dalam bentuk buku, pemikirannya telah tertuang ke dalam beberapa buku, “Ahlussunnah wal-Jamaah dalam Lintas Sejarah”, (Lakpesdam Yogjakarta), “Islam Kebangsaan, Fiqh Demokratik Kaum Santri” (kumpulan tulisan), “Kiai Menggugat” (pemikiran bentuk wawancara). Sedangkan disertaasinya yang berjudul “Shilatullah bil-kauni fi al-Tashawwuf al-Falsafi”

Baca Juga : Biografi Buya Syakur

Demikianlah biografi Kyai Said Aqil Siradj yang dapat kami bagikan, semoga bermanfaat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here