100 Kata Mutiara Gus Mus Terbaru dan Terlengkap

0
266
Kata Mutiara Gus Mus

Kata Mutiara Gus Mus – KH. Ahmad Mustofa Bisri atau yang akrab disapa Gus Mus, lahir di Rembang, Jawa Tengah, 10 Agustus 1944, dari keluarga santri. Kakek beliau, Kyai Mustofa Bisri adalah seorang ulama. Demikian pula ayahnya, KH Bisri Mustofa, yang pada tahun 1941 mendirikan Pondok Pesantren Roudlatut Thalibin, adalah seorang ulama karismatik yang masyhur.

Gus Mus merupakan seorang ulama yang senang menyampaikan dakwah lewat sastra dan kesenian. Tak heran jika kata-kata mutiara atau kata-kata bijak yang beliau sampaikan kepada masyarakat sarat akan pesan luhur dan memiliki kosa kata yang indah.

Kata Mutiara Gus Mus

Berikut ini adalah kata mutiara / kata bijak / quotes dari Gus Mus atau KH. Ahmad Mustofa Bisri Rembang.

Baca Juga : Kata Mutiara Gus Dur

“Kesombongan tidak mampu menutupi kebodohan, bahkan justru memperjelas. Kebodohan hanya bisa terkikis oleh kerendahan hati untuk terus belajar. ” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Apabila kau bergembira, perlihatkanlah kegembiraanmu, agar orang di sekitarmu ikut gembira. Tapi bila berduka, jangan perlihatkan kecuali kepada-Nya. ” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Allah yang maha pengasih dan penyayang hanya mengasihsayangi hamba-hambanya yang memiliki rasa belas kasihan. ” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Perbedaan adalah hal yang fitri. Maka upaya penyeragaman merupakan upaya sia-sia. ” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Berfikir sama pentingnya dengan berdzikir. Mengapa orang sering dinjurkan untuk berdzikir sedang yang berfikir sering dianggap kafir. ” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Bila apa yang engkau harap-harapkan lambat datangnya, yakinlah bahwa Allah sedang menguji kesabaranmu. ” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Tidak ada alasan untuk tak bersedekah kepada sesama. Karena sedekah tidak harus berupa harta. Bisa berupa ilmu, tenaga, bahkan senyum. ” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Kebencian kalian terhadap suatu kaum mendorong kalian untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah. Adil itu lebih dekat kepada takwa. Taqwalah kepada Allah. ” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Berikhtiarlah sambil berdoa kepada Allah, karena hasil ikhtiarmu tidak di tanganmu, tapi di tangan-Nya. ” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan. Kita bisa dan lebih baik mengambil manfaat dari kelebihan orang daripada sibuk dengan kekurangannya. ” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Menghormati orang lain adalah bagian dari menghormati diri sendiri. ” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Malaikat tidak pernah salah, setan tidak pernah benar. Manusia bisa salah dan benar, maka kita dianjurkan saling mengingatkan bukan menyalahkan. ” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Dijelek-jelekin kan tidak berarti jelek. Kalau membalas jelek-jelekin, malah jadi jelek dan membenarkan ucapan orang yang jelek-jelekin. ” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Persoalan pribadi kita janganlah kita biarkan mempengaruhi dan merusak hubungan baik kita dengan sesama. ” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Menghormati tamu itu merupakan anjuran Rasulullah; jadi siapapun tamu kita, mesti kita hormati. Muslim yang baik ialah yang dapat menundukkan rasa suka dan tidak sukanya demi melaksanakan ajaran Rasulnya. ” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Orang yg paling lemah ialah orang yang tidak mampu mendapatkan teman. Lebih lemah lagi: orang yang mendapatkannya dan menyia-nyiakannya. ” (KH. A. Mustofa Bisri)

”Bila mengubah sikapmu sendiri engkau kesulitan, bagaimana engkau hendak engubah sikap orang lain? ” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Tradisi yang baik memang perlu kita lestarikan, tapi yang buruk apa mesti kita lestarikan? kalau begitu apa bedanya kita dengan kaum jahiliyah yang dahulu mengecam Nabi kita yang mereka anggap merusak tradisi yang sudah lama dijalankan nenek-moyang mereka? ” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Ada yang sibuk memperdebatkan ibadah, hingga tak sempat ibadah. ”(KH. A. Mustofa Bisri)

“Berbuat baik sajalah dan biarkan mereka yang menerima kebaikanmu yang mengingatnya. ” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Berbuat baik sajalah dan biarkan mereka yang menerima kebaikanmu yang mengingatnya. ” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Sering kali pilihan Tuhan untuk kita tidak seperti yang kita inginkan. Baru belakangan kita ketahui bahwa pilihan-NYA yang terbaik.” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Dalam mengajak kebaikan, bersikap keraslah kepada diri sendiri dan lemah lembutlah kepada orang lain. Jangan sebaliknya. ” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Sebelum Anda menasihati orang banyak, sudahkah Anda menasihati diri Anda sendiri? ” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Orang yang tidak mampu melihat kekurangannya sendiri, sulit bisa melihat kelebihan-kelebihan orang lain. ” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Berbahagialah mereka yang tidak mempunyai sesuatu untuk dikatakan dan diam. ” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Boleh berhenti sekolah, tapi jangan berhenti belajar. ” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Kebencian yang bercampur dengan iri dengki menyebabkan orang kalap dan seringkali menghalalkan segala cara. ” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Kebencian yang bercampur dengan iri dengki menyebabkan orang kalap dan seringkali menghalalkan segala cara. ” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Beruntunglah mereka yang tahu kapan harus bicara, kapan harus diam dan selalu berusaha agar diam dan bicaranya bermanfaat.” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Sombong ialah lebihan ketololan dimana pemiliknya tak tahu harus dikemanakan.” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Orang akan tetap pandai selama dia terus belajar. Bila dia berhenti belajar karena merasa sudah pandai, mulailah dia bodoh. ” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Caci maki dan fitnah sama sekali bukanlah argumentasi dan jauh dari akhlak Islami. ” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Upayakan agar minimal orang yang engkau sayangi menjadi baik atau lebih baik, setidaknya dengan mendoakannya. ” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Orang baik ialah orang yang mengingat kebaikan orang kepadanya dan melupakan kebaikan sendiri kepada orang lain. ” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Amal makruf dan nahi munkar seharusnya disampaikan dengan cara yang makruf juga. ” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Sering-sering memamerkan kegagahan sering kali malah menunjukkan kekerdilan. ” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Berusahalah membalas kebaikan orang, meski dengan sekedar berdoa baik untuknya. Tapi jangnlah mengharap balasan keabaikanmu kepada orang.” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Seperti ujian kenaikan kelas, jika Allah menghendaki menaikkan derajat hambaNya, Dia akan mengujinya. ” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Cobaan yang berupa anugerah tidak kalah gawatnya dibanding cobaan yang berupa penderitaan. ” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Kerendahanmu tidak akan terangkat dengan merendahkan orang lain. ” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Sederhana saja. Jangan lakukan terhadap orang lain, apa yang kamu tak ingin orang lain melakukannya terhadapmu. ” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Berlebihan dalam mencintai maupun membenci, bisa menghilangkan akal sehat. ” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Orang baik tidak pernah menganggap dirinya lebih baik dan menafikan kebaikan orang lain. ” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Bila apa yang engkau harap-harapkan lambat datangnya, yakinlah bahwa Allah sedang menguji kesabaranmu. ” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Ikhlas adalah anugerah Allah kepada hamba yang dicintaiNya. Maka mendekatlah kepadaNya dan jangan berhenti memohon rahmat-anugerahNya. ” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Gerak paling mulia: gerak SEMBAHYANG. Diam paling anggun: diam PUASA. Kebajikan paling agung: kebajikan MEMBERI APA YANG KITA SENDIRI MENYUKAINYA. ” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Orang yang qana’ah, puas dengan rezki bagiannya, adalah orang yang paling kaya. ” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Bila bersalaman, kaupandang orang yang kausalami sambil tersenyum; maka kau telah menanam sesuatu yang indah di hatinya. ” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Senyum itu indah; senyum itu sehat; senyum itu sedekah. Maka sudah selayaknya senyumlah yang pertama kita perlihatkan saat bersua sesama. ” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Mengapa tak kita sambut tawaran Allah yang siap menerima keluhan dan pengaduan kita kapan saja? Bukankah sudah terbukti mengeluh dan mengadu kepada sesama manusia, lebih sering hanya sia-sia dan kecewa? ” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Aku harus banyak mendengar, terutama karena aku banyak bicara. ” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Jika kau bergembira perlihatkanlah kegembiraanmu, agar orang disekitarmu ikut gembira. Tapi bila berduka, jangan perlihatkan kecuali kepada-Nya. ” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Hati-hati bila kita sudah mulai merasa diri suci, baik, dan benar. Kita perlu segera mencurigai dan memeriksa diri kita. ” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Allah mengutus RasulNya semata-mata untuk merahmati alam semesta. Maka Agama (seharusnya) membahagiakan dan memperindah pergaulan hidup; bukan menyusahkan dan memperburuknya. ” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Jika kita mensyukuri anugerah Allah maka Dia akan menambah anugerah kepada kita. Tapi patutkah kita bersyukur kepada Allah semata-mata karena mengharap tambahan? ” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Gunakanlah gadgetmu untuk menambah amal kebaikan. Minimal janganlah menggunakan untuk mencari dosa. ” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Gunakanlah agamamu yang indah untuk memperindah dirimu. Jangan justru memperburuknya dengan perilakumu. ” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Kalau ada yang menghina atau merendahkanmu janganlah buru-buru emosi dan marah. Siapa tahu dia memang digerakkan Allah untuk mencoba kesabaran kita. Bersyukurlah bahwa bukan kita yang dijadikan cobaan. ” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Mereka yang menghadapi api dengan api, biasanya hanya memperoleh abu. ” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Jangan pernah berkecil hati. Betapa pun besar masalahmu. Ada Sang Maha Besar di sampingmu. ” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Kekecewaan adalah ujian dan sekaligus tolok ukur keikhlasan niat. ” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Perilakumu yang menjelaskan pribadimu, bukan rupa atau penampilanmu. ” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Jika kita mensyukuri anugerah Allah maka Dia akan menambah anugerah kepada kita. Tapi patutkah kita bersyukur semata-mata karena mengharap tambahan? ” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Abadikan Kebaikanmu dengan Melupakannya. ” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Berpikir adalah bagian dari mensyukuri anugerah akal pikiran. Berdzikir bagian dari mensyukuri hati dan lisan. ” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Santri bukan yang mondok saja. Tapi siapapun yang berakhlak seperti santri dialah santri.” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Memperjuangkan kebenaran dengan benar. Memperjuangkan keadilan dengan adil. Amar makruf dengan makruf. Nahi(‘anil) munkar dengan tidak munkar. ” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Jangan biarkan kepentingan duniawi kita yang sementara merusak kepentingan akhirat kita yang kekal. ” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Senyum yang tulus seringkali bahkan lebih afdol dari perkataan yang halus. ” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Harta hanyalah bagian dari rezki. Selain itu masih banyak yang lain; misalnya sehat wal afiat, justru merupakan rezki yang sangat berharga dan bermanfaat. ” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Cintailah anak-anak Anda. Sedekahkanlah kepada mereka waktu dan perhatian yang cukup. Sayangilah mereka dengan hati, bukan dengan materi. ” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Ketika dalam kondisi kepepet, kita selalu me-manggil-manggilNya, kenapa dalam kondisi normal, kita sering melupakanNya. ” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Dalam pergaulan hidup bersama, kita tidak boleh meremehkan cara dan ungkapan. Niat dan tujuan baik sering kali terkendala hanya oleh cara dan ungkapan yang kurang baik. ” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Kalau tidak bisa setiap saat, minimal setiap akan melakukan sesuatu, kita perlu mengingat Allah yang Maha Kuasa, Maha Pengasih dan Maha Penyayang. ” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Kita bisa berdakwah ke jalan Allah dengan diam. Cukup dengan menunjukkan akhlak kita sesuai ajaran Nabi kita. (Sebagaimana dinasihatkan Amirul Mukminin Umar bin Abdul Aziz).” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Apa pun kedudukanmu, berdoalah hanya sebagai hamba-Nya.” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Juara sejati ialah orang yang mampu mengalahkan diri sendiri.” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Anda kalau terlalu benci, anda tidak bisa adil. Anda kalau terlalu cinta, tidak bisa adil. Dengan sikap tengah-tengah, kita bisa lebih mudah bersikap adil.” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Terus menggunjing orang yang berdosa, bisa mencelakakan diri kita sendiri. Apalagi siapa tahu orang yang kita gunjingkan tersebut sudah menyesali dosanya dan bertobat.” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Untuk dihormati, tak perlu bersusah-payah bikin aturan. Tunjukkan saja perilaku terhormat.” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Namanya orang banyak. Sudut pandang orang pun berbeda-beda. Bahkan sudut pandang seseorang bisa berbeda dengan sudut pandang orang banyak.” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Barangsiapa mencari jodoh yang sempurna, maka bersiaplah untuk jomblo seumur hidup.” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Kita perlu berusaha selalu berbuat baik kepada hamba Allah, bukan demi mendapatkan balasannya, tapi demi mendapatkan ridaNya.” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Jangan menyepelekan dosa terhadap sesama manusia. Dosa kita terhadap Allah mudah dimintakan ampun dan Allah Maha Pengampun. Tapi dosa terhadap manusia, tak akan diampuni Allah sebelum manusia yang disalahinya memaafkannya.” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Revolusi Mental, menurutku, mesti dimulai dari mental para pemimpin.” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Asal kita mendahulukan kasih sayang, kita bukan hanya akan masuk surga tapi kita sudah di surga itu sendiri.” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Kita diperintah berikhtiar; namun berhasil atau tidaknya ikhtiar kita, ada di ‘tangan’ Allah. Maka kita tidak boleh lupa memohon pertolongan kepadaNya.” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Menurut Rasulullah SAW, orang mukmin yang paling sempurna imannya dan paling dekat dengan beliau kelak di Hari Kiamat ialah orang yang paling bagus budi pekertinya.” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Bila sebelum menghina hamba Allah kita mengingatNya, insyãAlläh kita tidak akan pernah menghinanya. Maka marilah memperbanyak dzikir kepadaNya.” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Jangan kamu rusak nasihat dan kritikmu dengan merendahkan orang yang kamu nasihati.” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Banyak orang yang kondisi kehidupannya lebih buruk dari kita dan bahagia. Sebaliknya banyak orang yang kondisi kehidupannya lebih baik dari kita tapi menderita.” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Bersikap baik dan berhati-hati terhadap Allah itu termasuk tidak bersikap sembrono terhadap hamba-hambaNya.” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Tak ada gunanya kita menyebar aib atau keburukan orang, menutupinya justru bermanfaat bagi kehidupan kita di akhirat, insyãAllah.” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Kalau tidak ingin kehilangan kekasih, pastikanlah kekasihmu adalah Kekasih yang selalu Ada.” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Menurut seorang arif, Orang bijak ialah orang yang tahu kapan mesti bicara, bagaimana berbicara, dan dengan siapa dia bicara.” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Nabi saw bersabda: “…dan bergaullah dengan manusia dengan akhlak mulia” Nabi tak berkata bergaullah dengan orang Muslim, atau kerabat, tapi dengan manusia.” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Takut riya adalah riya!” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Banyak berdzikir sangat dipujikan dalam agama dan tidak terlalu sulit melakukannya. Nah, sebagai orang beragama, seberapa banyakkah kita sempat berdzikir?” (KH. A. Mustofa Bisri)

“Sesama hamba beriman, kita mesti saling mengingatkan; saling memaafkan; dan saling mendoakan.” (KH. A. Mustofa Bisri)

Itulah kumpulan kata mutiara Gus Mus yang dapat dibagikan oleh sekolahakhirat.com. Semoga pesan atau dawuh beliau dapat kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Aamiin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here